Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Kutai Barat telah berhasil mengoperasi lebih dari 1.500 pasien katarak.Umumnya katarak terdapat pada kelompok usia diatas 45 tahun, tertinggi pada kelompok usia diatas 60 tahun. Di Kabupaten Kutai Barat, angka penderita katarak cukup tinggi. Ditahun 2026 terdata jumlah katarak mencapai sekitar 400 orang. Ini data yang ada di puskesmas. Diperkirakan masih banyak masyarakat kabupaten Kutai Barat yang belum terdata karena belum di laksanakan skrining di masyarakat secara berkala. Oleh karena itu, diperlukan program operasi katarak untuk mengurangi angka kebutaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Menjelang pelaksanaan agenda rutin seperti Operasi Katarak Massal, keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada akurasi skrining awal di tingkat Puskesmas. Pelatihan ini menjadi krusial agar pasien yang dikirim ke Rumah Sakit benar-benar sesuai dengan kriteria medis (indikasi operasi), sehingga penggunaan sumber daya dan logistik menjadi lebih efisien. Tahun ini, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan PERDAMI untuk pelaksanaan operasi katarak. Penyelenggaraan operasi katarak sebagai upaya untuk mengurangi prevalensi kebutaan akibat katarak di Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan direncanakan berlangsung selama 4 Hari tanggal 23 s/d 26 April 2026, di RSUD Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat.Adapun sasaran dari kegiatan operasi katarak tahun 2026 ini adalah penderita Katarak yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Barat dengan target operasi Katarak yang diharapkan sebanyak 200 orang yang sebelumnya telah dijaring oleh tenaga Kesehatan di 19 Puskesmas.Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Tim operasi yang terdiri dari ahli bedah mata, perawat bedah, anestesiolog, dan tenaga medis terlatih lainnya dari PERDAMI. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberkati kita semua.